Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Widget HTML #1

2.3.a.3. Mulai dari Diri - Seberapa Jauh Saya Memahami Konsep Coaching di sekolah?

2.3.a.3. Mulai dari Diri - Memahami Konsep Coaching
infogurumaju.my.id - Halo sahabat guru penggerak di seluruh Indonesia, tidak terasa perjalanan kita dalam mengikuti program ini sudah sampai modul 2.3

2.3.a.3. Mulai dari Diri - Seberapa Jauh Saya Memahami Konsep Coaching di sekolah? 

Dalam modul ini sahabat akan mencoba pengalaman baru dalam memahami konsep coaching di sekolah, apakah sahabat sudah siap untuk belajar benyak hal ??
Sebelum mulai belajar modul ini, sahabat diminta untuk mengisi forum diskusi dalam modul 2.3 bersama fasilitator. 

Baca Juga : Refleksi Minggu ke-13 Guru Penggerak

Forum Komunikasi Fasilitator dan Peserta Modul 2.3

Materi yang sangat menarik bagi saya, saya rasa metode coaching ini sangat tepat untuk anak usia SMA/SMK dimasa usia mereka adalah masa remaja dan sudah tidak lagi anak-anak yang harus dituntun secara detail. Saya ingin belajar lebih jauh bagaimana aplikasi coaching dalam pembelajaran di kelas karena yang selama ini saya tahu adalah coaching yang dilakukan oleh coach di lapangan. 
Karena setiap mendengar kata coach arah pikiran saya tertuju dengan kepelatihan dalam ilmu keolahragaan dan praktik di lapangan. Saya ingin lebih tahu perbedaan coaching untuk materi teori dan coaching untuk materi praktik, semoga saya mampu mendapatkan jawaban yang memuaskan dari modul ini. Terima kasih, salam sehat dan bahagia, sukses bersama, Aamiin.

Mulai Dari Diri

Ada 6 pertanyaan dalam "Mulai dari Diri Modul 2.3" yang sahabat harus isi dan diselesaikan, berikut adalah enam pertanyaan yang dapat sahabat pakai untuk bahan referensi. 
  • Lama Mengajar 
10 tahun
  • Anda menemui seorang murid berprestasi yang mengeluhkan tentang susah konsentrasi dan penurunan motivasi belajar yang mengakibatkan ketidakpuasan orangtuanya. Apa yang menjadi respon Anda terhadap situasi yang disampaikan
Pendekatan personil, menyampaikan apa yang menjadi passion nya dalam hidup, apa tujuan yang ingin di raih dimasa depan, apakah dia tahu cara mewujudkannya, kemudian berdiskusi apa penyebab susah konsentrasi dan penurunan prestasinya. 
Setelah mendapatkan jawaban, saya akan mencoba mengajak utuk fokus kembali ke tujuan yang ingin dicapai sesuai dengan passionnya. Karena saya yakin sesuatu yang dikerjakan sesuai passion akan menghasilkan sesuatu yang jauh lebih maksimal selain itu juga mudah untuk mendorongnya.
  • Seorang murid bertemu dengan Anda di taman sekolah dan menceritakan bahwa ia diminta oleh teman-temannya untuk menjadi ketua panitia acara pertandingan olahraga di SMP Penggerak. Terlihat murid tersebut ragu dan tidak berminat. Bagaimana Anda memberikan respon sebagai seorang guru yang mengetahui bahwa murid tersebut memiliki potensi sebagai seorang pemimpin?
Saya akan memberikan dukungan dan memotivasinya, setidaknya dengan memberikan gambaran bahwa:
  • Tidak semua orang diberi kesempatan untuk menjadi ketua dan hanya orang-orang yang punya kelebihan yang dipercaya untuk mendudukinya, itu artinya kamu mempunyai kelebihan dari pada temanmu yang lain. Sebagai bentuk syukur kepada Tuhan atas kelebihanmu itu adalah dengan tidak menyia-nyiakan kesempatan yang datang tanpa diminta.
  • Kesempatan tidak datang secara berkali-kali, ambil kemudian kerjakan secara maksimal seamanah mungkin dan biar orang lain yang melihat hasilnya. Jika memang hasilnya sesuai yang diharapkan itu artinya kamu mampu memenangkan kesempatan, jika memang hasilnya kurang maksimal artinya kamu tahu kekuranganmu dan itu kesempatan untuk belajar lagi dan lagi sehingga ke depan kamu jauh lebih baik daripada sekarang.
  • Jika kamu mengambil peluang ini, itu artinya kamu sudah belajar menghadapi resiko sejak dini, jika suatu saat dimasa depan kamu menghadapi masalah yang sama kamu akan cakap duluan karena kamu menang dalam hal pengalaman.
  • Ambil dan mantabkan hati, anggap sebagai proses pengembangan diri.
  • Tidak ada yang sia-sia atas semua usaha saat ini, yang sia-sia adalah jika mengabaikannya dan tidak sedikitpun belajar dari hal tersebut.
  • Semangat nak, kamu pasti bisa, saya siap membantumu jika kamu menghadapi kesulitan dan jangan malu untuk bertanya dengan siapapun yang sekiranya bisa membantumu kalau kamu menghadapi masalah ketika menjalankan tugasmu.
  • Apa saja harapan yang ingin Anda lihat pada diri Anda sebagai seorang pendidik setelah mempelajari modul ini.
Saya ingin melihat diri saya sebagai seorang pendidik yang:
  • - ing ngarso sung tuladha (harus dapat memberikan suri tauladan untuk semua orang yang ada disekitarnya)
  • - ing madya mangun karsa (di tengah-tengah kesibukan tetap dapat membangkitkan semangat terhadap peserta didiknya)
  • - tut wuri handayani (dapat memberikan suatu dorongan moral dan semangat kepada peserta didik ketika berada di belakang)
  • Apa saja harapan yang ingin Anda lihat pada murid-murid Anda setelah mempelajari modul ini?
Harapan yang ingin saya lihat pada murid saya adalah menjadi manusia yang berprofil pancasila yaitu pelajar sepanjang hayat yang kompeten dan memiliki karakter sesuai nilai-nilai Pancasila yang terbangun utuh keenam dimensi pembentuknya :
  1. Beriman, bertakwa kepada Tuhan yang Maha Esa dan berakhlak mulia;
  2. Mandiri;
  3. Bergotong-royong;
  4. Berkebinekaan global;
  5. Bernalar kritis;
  6. Kreatif
Serta memiliki kompetensi '4C'- Critical Thinking, Communication, Collaboration dan Creativity and Innovation agar tetap bisa mengikuti perkembangan sesuai kodrat alam dan kodrat zamannya.
  • Apa saja kegiatan, materi, manfaat yang Anda harapkan ada dalam modul ini? 
Kegiatan dan materi serta manfaat yang saya harapkan dalam modul ini adalah bisa membuat saya lebih berkembang dan menjadi guru yang bisa menjawab semua tantangan yang dihadapi sesuai perkembangan zaman.
Info Guru Maju
Info Guru Maju Berbagi Informasi Pendidikan

1 comment for "2.3.a.3. Mulai dari Diri - Seberapa Jauh Saya Memahami Konsep Coaching di sekolah? "

  1. terim a kasih pak sangat menginpirasi, izin untuk jadi refersnsi

    ReplyDelete