Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Widget HTML #1

Best Practice (Praktik Baik) Matematika di Masa Pendemi

PEMANFAATAN GOOGLE CLASSROOM TERINTEGRASI YOUTUBE

PEMBELAJARAN DARING DALAM MASA DARURAT COVID-19

 

BEST PRACTICE

 

 

 

 

 

 

 

Oleh :

Nama : Listiadi, S.Pd.


 

 

 

 

SMK TUNAS HARAPAN PATI

TAHUN 2020



best practice matematika



KATA PENGANTAR

 

Puji syukur disampaikan kehadirat Allah SWT yang telah memberi rahmat, inayah dan kesempatan pada penulis sehingga dapat menyelesaikan penulisan Best Practice ini dengan baik.

Best Practice ini berisi tentang kegiatan pembelajaran yang dilaksanakan penulis secara daring (dalam jaringan) dalam masa darurat covid-19.  Dengan selesainya penulisan Best Practice ini, penulis mengucapkan terima kasih pada semua pihak yang telah membantu dan memberikan masukan dalam pembuatan Best Practiceini, terutama untuk :

1.    Ir. Eny Wahyuningsih, M.Pd. selaku kepala SMK Tunas Harapan Pati,

2.    Drs. I Made Sudarta, M.Pd. selaku Waka Kurikulum SMK Tunas Harapan Pati

3.    Rekan –rekan guru Matematika SMK Tunas Harapan Pati

4.    Peserta didik kelas XI TKJ dan PF di SMK Tunas Harapan Pati

5.    Seluruh pihak yang telah membantu dalam proses penyelesaian penulisan Best Practice ini

Tulisan ini dirasa masih banyak kekurangan dan kelemahan, untuk itu perlu saran dan kritik dari semua pihak yang membaca tulisan ini untuk proses perbaikan. Akhir kata, semoga Best Practice ini dapat bermanfaat bagi semua pembaca yang budiman.

 

Pati, Mei 2020

Penulis 




BEST PRACTICE

PEMANFAATAN GOOGLE CLASSROOM TERINTEGRASI YOUTUBE

PEMBELAJARAN DARING DALAM MASA DARURAT COVID-19

 

ABSTRAK

 

Tugas pokok guru disekolah adalah melaksanakan proses belajar mengajar demi tercapainya tujuan pendidikan secara utuh. Seorang guru mempunyai andil besar dalam dunia pendidikan. Pada hakikatnya pendidikan merupakan suatu pembentukan dan pengembangan kepribadian manusia secara menyeluruh, yaitu pembentukan dan pengembangan potensi ilmiah yang ada pada diri manusia secara menyeluruh. (Dewey dalam Depdikbud, 2003 : 3)

Dalam masa darurat covid-19 seperti ini, guru diharapkan mampu melaksanakan skenario pembelajaran secara daring (dalam jaringan) agar proses kegiatan belajar mengajar dapat tetap berlangsung seperti biasa, sehingga materi dapat tersampaikan dengan baik. Melalui pemanfaatan Google Classrom yang terintegrasi dengan Youtube, guru dan peserta didik dapat tetap belajar secara baik dan dapat menghasilkan manfaat yang besar bagi dunia pendidikan di masa darurat covid-19



BAB I

PENDAHULUAN

 

A.   LATAR BELAKANG MASALAH

Belajar sepanjang hayat”, sebuah kalimat singkat penuh makna yang bisa kita maknai dengan berbagai macam pendapat dan pemikiran kita sebagai seorang pendidik. Sejak adanya penyebaran virus Covid-19 di Indonesia yang massif, pemerintah pusat maupun daerah membuat beberapa imbauan, peraturan dan kebijakan yang diberikan kepada masyarakat di seluruh Indonesia. Termasuk dalam dunia pendidikan, pemerintah mengimbau untuk seluruh kegiatan belajar mengajar dilaksanakan dirumah masing –masing secara daring (dalam jaringan).

Dalam upaya melaksanakan pembelajaran secara daring, pihak sekolah kami dengan sigap segera memberikan pelatihan singkat tentang pembelajaran daring yang dapat dilaksanakan oleh para guru di SMK Tunas Harapan Pati. Pelatihan yang dilaksanakan di sekolah kami adalah cara pemanfaatan Google Classroom yang terintegrasi dengan Youtube sebagai sarana dan media pembelajaran yang mudah di pahami oleh guru dan peserta didik.

Pada awal dimulainya kegiatan pembelajaran secara daring, tentu banyak sekali permasalahan yang timbul, baik dari guru sendiri maupun dari peserta didik. Beberapa permasalahan yang muncul seperti masih awam-nya guru dan peserta didik dengan Google Classroom yang terintegrasi dengan Youtube, proses pemberian materi, pemberian tugas jika diperlukan dan evaluasi yang harus di laksanakan. Seiring berjalannya waktu, permasalahan tersebut mulai teratasi dan para guru serta peserta didik sudah mulai terbiasa dalam menggunakan Google Classroom yang terintegrasi dengan Youtube.

Setelah melaksanakan kegiatan pembelajaran secara daring, penulis menemukan bahwa proses belajar peserta didik dengan menggunakan Google Classroom yang terintegrasi dengan Youtubedapat berjalan dengan baik dan lancar sampai dengan proses kegiatan evaluasi. Pelaksanaan pembelajaran secara daring yang berhasil dengan baik ini, penulis simpulkan sebagai sebuah Best Practice(praktik baik) dalam masa darurat covid-19.

B.   RUMUSAN MASALAH

Berdasarkan permasalah yang telah diuraikan diatas, maka masalah utama yang timbul adalah “Bagaimana guru dapat melaksanakan kegiatan pembelajaran daring dengan baik melalui pemanfaatan Google Classroom yang terintegrasi Youtube dalam masa darurat covid-19?

C.   TUJUAN

Tujuan yang diharapkan dalam penulisan best practice ini adalah “Guru berhasil melaksanakan kegiatan pembelajaran secara daring melalui pemanfaatan Google Classroom yang terintegrasi Youtube dalam masa darurat covid-19”

D.   MANFAAT

Manfaat dari Best Practice ini adalah sebagai referensi bagi guru untuk meningkatkan kemampuan dalam proses kegiatan pembelajaran secara daring di masa dadurat covid-19.


 

BAB II

KAJIAN PUSTAKA

A.   BELAJAR

Belajar tidak hanya meliputi mata pelajaran, tetapi juga penugasan, kebiasaan, persepsi, kesenangan, minat, penyesuaian social, bermacam- macam keterampilan dan cita – cita. Oleh karena itu belajar merupakan kegiatan yang tidak dapat dipisahkan dari kehidupan manusia. Sejak lahir menusia telah melakukan kegiatan belajar untuk memenuhi kebutuhan pengembangan dirinya. Dapat dikatakan bahwa secara tidak langsung manusia telah melakukan belajar.

Dengan demikian, konsep tentang belajar mengandung tiga unsur seperti yang dikemukakan Anni sebagai berikut. Menurut Anni, (2007:3) belajar mengandung tiga unsur pokok yaitu sebagai berikut.

a.    Belajar berkaitan dengan perubahan perilaku untuk mengukur apakah seseorang mengalami kegiatan belajar. Apabila terjadi perbedaan perilaku, maka dapat disimpulkan bahwa seseorang telah belajar. Perilaku tersebut dapat diwujudkan dalam bentuk perilaku tertentu seperti menulis, membaca, berhitung yang dilakukan secara sendiri-sendiri atau kombinasi dari berbagai tindakan, seperti seorang guru yang menjelaskan secara lisan juga menulis di papan tulis, dan memberikan pertanyaan.

b.    Perubahan perilaku itu terjadi karena didahului oleh proses pengalaman. Perubahan perilaku karena pertumbuhan dan kematangan fisik, seperti tinggi dan berat badan, dan kekuatan fisik tidak disebut dengan hasil belajar.

c.    Perubahan perilaku karena belajar itu bersifat ralatif permanen. Lamanya perubahan yang terjadi pada diri seseorang adalah sukar untuk diukur. Biasanya perubahan perilaku dapat berlangsung selama satu hari, satu minggu, satu bulan, atau bahkan bertahun-tahun.

B.   PEMBELAJARAN DARING/ E-LEARNING

Dalam paradigma pembelajaran tradisional, proses belajar mengajar biasanya berlangsung di dalam kelas dengan kehadiran guru di dalam kelas dan pengaturan jadwal yang kaku di mana proses belajar mengajar hanya bisa berlaku pada waktu dan tempat yang telah ditetapkan. Peran guru sangat dominan dan bertanggung jawab atas efektivitas proses belajar mengajar dan guru juga menjadi sumber belajar yang dominan.

Dengan keterbatasan yang dimiliki, manusia seringkali kurang mampu menangkap dan menanggapi hal-hal yang bersifat abstrak atau yang belum pernah terekam dalam ingatannya. Untuk menjembatani proses internalisasi belajar mengajar yang demikian, diperlukan media pendidikan yang memperjelas dan mempermudah peserta didik dalam menangkap pesan-pesan pendidikan yang disampaikan. Oleh karena itu, semakin banyak peserta didik disuguhkan dengan berbagai media dan sarana prasarana yang mendukung, maka semakin besar kemungkinan nilai-nilai pendidikan mampu diserap dan dicernanya.

E-learningpertama kali diperkenalkan oleh Universitas Illionis di Urbana Champaigndengan menggunakan sistem instruksi berbasis komputer (computer assisted instruction) dan komputer bernama PLATO. Sejak saat itu, perkembangan e-learningberkembang sejalan dengan perkembangan dan kemajuan teknologi. Berikut perkembangan e-learning dari masa ke masa.

Tahun 1990 : Era CBT (Computer Based Training) di mana mulai bermunculan aplikasi e-learningyang berjalan dalam PC standloneataupun berbentuk kemasan CD-ROM. Isi materi dalam bentuk tulisan maupun multimedia (Video dan Audio) dalam format mov, mpeg-1, atau avi. Tahun 1994 : Seiring dengan diterimanya CBT oleh masyarakat, CBT muncul dalam bentuk paket-paket yang lebih menarik dan diproduksi secara massal. Tahun 1997 : LMS (Learning Management System). Seiring dengan perkembangan teknologi internet, masyarakat di dunia mulai terkoneksi dengan internet. Kebutuhan akan informasi yang dapat diperoleh dengan cepat mulai dirasakan sebagai kebutuhan mutlak dan jarak serta lokasi bukanlah halangan lagi. Dari sinilah muncul LMS. Perkembangan LMS yang makin pesat membuat pemikiran baru untuk mengatasi masalah interoperability antar LMS yang satu dengan lainnya secara standar. Bentuk standar yang muncul misalnya standar yang dikeluarkan oleh AICC (Airline Industry CBT Commettee), IMS, IEEE LOM, dan ARIADNE. Tahun 1999: Sebagai tahun Aplikasi E-learningberbasis Web. Perkembangan LMS menuju aplikasi e-learning berbasis Web berkembang secara total, baik untuk pembelajaran maupun administrasi belajar mengajarnya. LMS mulai digabungkan dengan situs-situs informasi, majalah dan surat kabar. Isinya juga semakin kaya dengan perpaduan multimedia, video streaming serta penampilan interaktif dalam berbagai pilihan format data yang lebih standar dan berukuran kecil.

Berdasarkan perkembangan e-learning dari dari masa ke masa yang terus berkembang mengikuti perkembangan teknologi, maka dapat disimpulkan bahwa elearning akan menjadi sistem pemblajaran masa depan. Efektifitas dan fleksibilitas akan menjadi alasan utama. (Tiyas, 2014)


C.   CORONAVIRUS DISEASE 2019 (COVID-19)

Di awal tahun 2020, dunia digemparkan dengan merebaknya virus baru yaitu coronavirus jenis baru (SARS-CoV-2) dan penyakitnya disebut Coronavirus Disease 2019 (COVID-19). Diketahui, asal mula virus ini berasal dari Wuhan, Tiongkok yang ditemukan pada akhir Desember tahun 2019.

Saat ini ada sebanyak 65 negara terinfeksi virus corona. Menurut data WHO per tanggal 2 Maret 2020 jumlah penderita 90.308 terinfeksi Covid-19. Di Indonesia pun sampai saat ini terinfeksi 2 orang. Angka kematian mencapai 3.087 atau 2.3% dengan angka kesembuhan 45.726 orang. Terbukti pasien konfrimasi Covid-19 di Indonesia berawal dari suatu acara di Jakarta dimana penderita kontak dengan seorang warga negara asing (WNA) asal jepang yang tinggal di Malaysia. Setelah pertemuan tersebut penderita mengeluhkan demam, batuk dan sesak napas (WHO, 2020).

Kejadian luar biasa oleh Coronavirus bukanlah merupakan kejadian yang pertama kali. Tahun 2002 severe acute respiratory syndrome (SARS) disebakan oleh SARS-coronavirus (SARS-CoV) dan penyakit Middle East respiratory syndrome (MERS) tahun 2012 disebabkan oleh MERS-Coronavirus (MERS-CoV) dengan total akumulatif kasus sekitar 10.000 (1000-an kasus MERS dan 8000-an kasus SARS). Mortalitas akibat SARS sekitar 10% sedangkan MERS lebih tinggi yaitu sekitar 40%. (PDPI, 2020).

D.   GOOGLE CLASSROOM

Sejak pandemi COVID-19 melanda dan nyaris melumpuhkan semua negara dan kegiatan sosial serta aktivitas ekonominya, tidak terkecuali Indonesia. Saat ini negara kita sedang memberlakukan peringatan dan pelarangan untuk keluar, bekerja maupun bersekolah. Sehingga memunculkan banyak istilah seperti work from home (WFH) atau bekerja/ belajar dari rumah.

Meskipun begitu, peserta didik juga harus tetap belajar walau melalui cara online. Para guru dan dosen dituntut menjadi kreatif untuk tetap meraih dan mengajar peserta didik mereka. Cara mengajar yang paling aman untuk saat ini adalah tentunya melalui aplikasi seperti Google Classroom.

Google Classroom (Ruang Kelas Google) adalah suatu serambi aplikasi pembelajaran campuran secara onlineyang dapat digunakan secara gratis. Pendidik bisa membuat kelas mereka sendiri dan membagikan kode kelas tersebut atau mengundang para peserta didiknya. Google Classroom ini diperuntukkan untuk membantu semua ruang lingkup pendidikan yang membantu peserta didik untuk menemukan atau mengatasi kesulitan pembelajaran, membagikan pelajaran dan membuat tugas tanpa harus hadir ke kelas.

Tujuan utama Google Classroom adalah untuk merampingkan proses berbagi file antara guru dan peserta didik. Google Classroom menggabungkan Google Drive untuk pembuatan dan distribusi penugasan, Google Docs, Sheets, Slides untuk penulisan, G-mailuntuk komunikasi, dan Google Calendaruntuk penjadwalan. Peserta didik dapat diundang untuk bergabung dengan kelas melalui kode pribadi, atau secara otomatis diimpor dari domain sekolah.

Ada beberapa fungsi dan keunggulan yang bisa didapatkan dari Google Classroom dalam pemanfaatannya sebagai Learning Management System (LMS), yaitu :

1.    Proses setting pembuatan kelas yang cepat dan nyaman

2.    Hemat dan efisiensi waktu

3.    Mampu meningkatkan kerjasama dan komunikasi 

4.    Penyimpanan data yang terpusat

5.    Berbagi sumber daya yang efisien, praktis dan cepat

Google Classroom mempunyai banyak kemudahan seperti Google Drive, Google Docs, Sheets and Slides, dan G-mail yang akan membantu lembaga pendidikan untuk lebih mudah dalam mengajar tanpa materi fisik seperti kelas, papan tulis dan alat tulis. Berikut beberapa fitur- fitur yang sangat menunjang pembelajaran online ini :

1.    Tugas (Assignments)

2.    Penilaian (Grading)

3.    Komunikasi yang lancar

4.    Laporan Orisinalitas

5.    Arsip pembelajaran

6.    Aplikasi seluler

7.    Keamanan Pribadi

 

E.   YOUTUBE

Youtubeadalah sebuah situs web video sharing (berbagi video) yang populer dimana para pengguna dapat memuat, menonton, dan berbagi klip video secara gratis. Didirikan pada bulan februari 2005 oleh 3 orang mantan karyawan PayPal, yaitu Chad Hurley, Steve Chen dan Jawed Karim. Umumnya video – video di Youtubeadalah video klip film, TV, serta video buatan para penggunanya sendiri. (Tjanatjantia. Widika, 2013)

Karakteristik Youtube

Terdapat karakteristik dari youtube yang membuat banyak dari sebagian pengguna betah menggunakannya. Berdasarkan hasil wawancara kepada para informan dan penelitian yang dilakukan, penulis mengelompokkan menjadi 5 bagian :

1.    Tidak ada batasan durasi untuk mengunggah video

Hal ini yang membedakan youtube dengan beberapa aplikasi lain yang mempunyai batasan durasi minimal waktu semisal instagram, snapchat, dan sebagainya.

2.    System pengamanan yang mulai akurat

Youtube membatasi pengamanannya dengan tidak mengizinkan video yang mengandung sara, illegal, dan akan memberikan pertanyaan konfirmasi sebelum menggunggah video.

3.    Berbayar

Saat ini seperti yang sedang menjadi viral dimana-dimana, youtube memberikan penawaran bagi siapapun yang mengunggah videonya ke youtube dan mendapatkan minimal 1000 viewers atau penonton maka akan diberikan honorarium. (Theoldman, 2011)

4.    System offline

Youtube mempunyai fitur baru bagi para pengguna untuk menonton videonya yaitu system offline. System ini memudahkan para pengguna untuk memonton videonya pada saat offline tetapi sebelumnya video tersebut harus didownload terlebih dahulu.

5.    Tersedia editor sederhana

Pada menu awal mengunggah video, pengguna akan ditawarkan untuk mengedit videonya terlebih dahulu. Menu yang ditawarkan adalah memotong video, memfilter warna, atau menambah efek perpindahan video


 

BAB III

STRATEGI PEMECAHAN MASALAH

 

A.   ALASAN PEMILIHAN STRATEGI PEMECAHAN MASALAH

SMK Tunas Harapan Pati, merupakan salah satu sekolah swasta di Kabupaten Pati, Jawa Tengah. SMK Tunas Harapan Pati mempunyai sembilan kompetensi keahlian (jurusan) yang terdiri dari Teknik Pemesinan (TPM), Teknik Pengelasan (LAS), Teknik Kendaraan Ringan (TKR), Teknik Instalasi Tenaga Listrik (TITL), Teknik Otomasi Industri (TOI), Teknik Komputer dan Jaringan (TKJ), Analisis Pengujian Laboratorium (APL), Multimedia (MM) dan Produksi Film (PF). Jumlah rombel keseluruhan untuk tahun pelajaran 2019/2020 sebanyak 72 rombel.

Pada masa pandemi seperti ini, SMK Tunas Harapan Pati selalu mengupayakan pelayanan pembelajaran yang maksimal dengan cara daring (dalam jaringan). Beberapa hal yang terkait dengan pembelajaran daring selalu menjadi bahan diskusi bagi seluruh pendidik di SMK Tunas Harapan Pati, sebelum pada akhirnya menentukan media yang sekarang di gunakan. Pada awalnya, kita mulai mengikuti instruksi pemerintah untuk melaksanakan Work From Home (WFH) pada tanggal 16 Maret 2020 sampai dengan tanggal 28 Maret 2020 dengan menggunakan google drive untuk melaksanakan pembelajaran secara daring. Konsepnya, guru mengupload materi dan latihan soal ke dalam google driveyang sudah di sediakan oleh sekolah, kemudian peserta didik mendownload materi dan tugas tersebut untuk kemudian di kerjakan dan hasil pekerjaan di kirim ke dalam google form yang telah di sediakan.

Kemudian, cara tersebut dirasa kurang efektif karena peserta didik kurang dapat memahami materi yang diberikan oleh guru karena mereka hanya membaca tanpa ada penjelasan dari guru. Selain itu masalah teknis juga menjadi kendala saat peserta didik mengirim tugas hasil pekerjaan mereka ke dalam google form yaitu masalah daya tampung drive yang tidak memadai karena banyaknya peserta didik yang mengirim pekerjaan mereka. Setelah evaluasi di lakukan oleh pihak sekolah, disepakati untuk mengubah proses pembelajaran secara daring dengan menggunakan google classroom yang terintegrasi dengan youtube.

Pada kesempatan ini, kami mengampu kelas XI kompetensi keahlian TKJ yang terdiri dari empat kelas dan PF terdiri dari satu kelas yang dalam satu kelasnya terdiri dari 38 sampai dengan 40 peserta didik. Pada dasarnya kompetensi keahlian tersebut sudah mampu mengoperasikan laptop secara mahir karena mereka sudah di ajarkan mulai dari kelas X.  

 

B.   TAHAPAN OPERASIONAL PELAKSANAAN

Melanjutkan kegiatan pembelajaran sebelum masa pandemi berlangsung, kelas XI di kompetensi keahlian TKJ dan PF sudah masuk dalam materi tentang Statistika.

KI :

3.    Memahami, menerapkan menganalisis, dan mengevaluasi tentang pengetahuan faktual, konseptual, prosedural, dan metakognitif sesuai dengan bidang dan lingkup kajian Matematika pada tingkat teknis, spesifik, detil, dan kompleks, berkenaan dengan ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya, dan humaniora dalam konteks pengembangan potensi diri sebagai bagian dari keluarga, sekolah, dunia kerja, warga masyarakat nasional, regional, dan internasional.

4.    Melaksanakan tugas spesifik dengan menggunakan alat, informasi, dan prosedur kerja yang lazim dilakukan serta memecahkan masalah sesuai dengan bidang kajian Matematika Menampilkan kinerja di bawah bimbingan dengan mutu dan kuantitas yang terukur sesuai dengan standar kompetensi kerja. Menunjukkan keterampilan menalar, mengolah, dan menyaji secara efektif, kreatif, produktif, kritis, mandiri, kolaboratif, komunikatif, dan solutif dalam ranah abstrak terkait dengan pengembangan dari yang dipelajarinya di sekolah, serta mampu melaksanakan tugas spesifik di bawah pengawasan langsung. Menunjukkan keterampilan mempersepsi, kesiapan, meniru, membiasakan, gerak mahir, menjadikan gerak alami dalam ranah konkret terkait dengan pengembangan dari yang dipelajarinya di sekolah, serta mampu melaksanakan tugas spesifik di bawah pengawasan langsung.

KD :

3.28 Menganalisis ukuran pemusatan data tunggal dan data kelompok

4.28 Menyelesaikan masalah yang berkaitan dengan ukuran pemusatan data tunggal dan data kelompok.

Tujuan Pembelajaran :

Setelah mengikuti pembelajaran secara daring, peserta didik diharapkan dapat menyelesaikan masalah yang berkaitan dengan ukuran pemusatan data tunggal dan data kelompok.

Pokok – pokok materi :

Statistika (Modus)

Moda dipakai :

Google classroom yang terintegrasi dengan youtube.

Media IT yang diapaki :

Gawai, Laptop dan koneksi Internet.

 

C.   PELAKSANAAN PEMBELAJARAN

Work From Home (WFH) diperpanjang oleh pemerintah sampai dengan akhir Mei 2020, ini artinya belajar di rumah juga akan dilaksanakan secara daring sampai batas waktu yang telah ditentukan. Dalam proses pembelajaran selanjutnya, kami menggunakan google classroom yang terintegrasi dengan youtube. Cara ini dirasa paling efektif dan efisien dengan pertimbangan peserta didik dapat memahami materi dari penjelasan guru yang sudah di upload oleh guru di Channel Youtube masing –masing. Dan benar saja, ternyata peserta didik lebih antusias dan termotivasi dengan adanya video penjelasan dari gurunya.

Sesuai dengan jadwal yang telah di buat oleh Waka Kurikulum, mata pelajaran Matematika kelas XI dijadwalkan seminggu satu kali pada hari selasa, dengan pembagian materi sebagai berikut :

NO

HARI/

TANGGAL

WAKTU

MATERI

1

Selasa,

7 April 2020

09.30 – 11.00

Mean (rata –rata)

2

Selasa,

14 April 2020

09.30 – 11.00

Evaluasi dan pembahasan

3

Selasa,

21 April 2020

09.30 – 11.00

Median (nilai tengah)

4

Selasa,

28 April 2020

09.30 – 11.00

Evaluasi dan pembahasan

5

Selasa,

5 Mei 2020

09.30 – 11.00

Modus (nilai sering muncul)

6

Selasa,

12 Mei 2020

09.30 – 11.00

Evaluasi dan pembahasan

 

Sebelumnya, peserta didik telah menerima kode kelas dalam google classroom melalui Pembimbing Akademik (PA) masing – masing, jadi guru bisa mulai melaksanakan pembelajaran setelah seluruh peserta didik bergabung dalam kelas. 

Guru menyampaikan materi kepada peserta didik melalui channel Youtube yang kemudian link untuk video di kirim di dalam google classroom masing- masing kelas. Dalam proses ini, guru tetap mengontrol peserta didik dalam memahami materi yang ada di dalam youtube dengan cara menuliskan pertanyaan atau keluhan selama memahami materi di kolom komentar youtube atau google classroom dan kemudian guru menanggapi dengan sedikit penjelasan. Peserta didik yang lain juga dapat menuliskan ide atau masukan jika memiliki jawaban yang berbeda antara peserta didik yang lainnya maupun guru.

Jika seluruh peserta didik telah paham dan mengerti penjelasan yang di berikan oleh guru, maka selanjutnya akan di berikan tugas berupa latihan soal sebagai umpan balik dari materi yang telah di jelaskan sebelumnya. Dalam proses ini, guru memberikan latihan soal di menu “Classwork” masing –masing kelas.

Dalam proses penilaian, guru dapat langsung memberikan nilai kepada hasil pekerjaan siswa yang telah di kumpulkan di menu “classwork” maisng –masing kelas, peserta didik juga dapat langsung melihat nilai yang telah di berikan oleh guru. 

Selain tugas dalam latihan soal, guru juga melakukan evaluasi di akhir pembelajaran dengan memberikan kuis berupa soal –soal yang berhubungan dengan materi yang telah diberikan oleh guru. Kuis ini bertujuan untuk melihat sejauh mana pemahaman peserta didik dalam mengikuti proses pembelajaran daring yang telah di lakukan.

Setelah guru melakukan koreksi, peserta didik akan otomatis mendapatkan pemberitahuan nilai mereka dari email dan google classroom masing –masing. Jika memungkinkan, peserta didik dapat mengirim ulang pekerjaan yang di anggap belum maksimal.

D.   HASIL KEGIATAN

Hasil kegiatan pembelajaran berikut merupakan hasil studi lapangan yang telah dilakukan oleh guru dalam proses pembelajaran secara daring selama hampir dua bulan (April dan Mei). Sesuai dengan tujuan awal penulisan best practice ini bahwa guru berhasil melaksanakan kegiatan pembelajaran secara daring melalui pemanfaatan Google Classroom yang terintegrasi Youtube dalam masa darurat covid-19. Hal tersebut terlihat bahwa peserta didik dapat mengikuti pembelajaran yang di lakukan oleh guru dengan baik dan lancar.

Setelah melakukan kegiatan pembelajaran secara daring, beberapa keunggulan pembelajaran daring melalui pemanfaatan Google Classroomyang terintegrasi Youtube sebagai berikut:

1.    Aplikasi Google Classroom mudah di operasikan oleh guru dan peserta didik, baik dengan media gawai maupun laptop,

2.    Guru dapat mengontrol waktu pengumpulan tugas di google classroom sesuai dengan jadwal pembelajaran,

3.    Guru dalam merekap nilai hasil pekerjaan peserta didik lebih mudah karena langsung dapat di unduh file excel-nya,

4.    Orangtua/ wali dari peserta didik dapat ikut serta untuk memantau kegiatan putra/ putrinya selama belajar menggunakan google classroom karena langsung terhubung dalam kelas,

5.    Dengan membuat video pembelajaran di youtube, guru dapat menjadi seorang “conten creator” sesuai dengan tuntutan kemajuan teknologi di dunia pendidikan saat ini,

6.    Dengan media youtube, peserta didik yang belum mampu memahami penjelasan guru dapat mengulang –ulang video tersebut sampai mereka paham,

7.    Peserta didik dapat dengan mudah mengikuti pembelajaran secara daring di rumah tanpa harus ke sekolah hanya dengan menggunakan gawai dan atau laptop.

Selain keunggulan- keunggulan diatas, ada beberapa kendala yang di temui selama melakukan kegiatan pembelajaran daring menggunakan google classroom yang terintegrasi youtube baik oleh guru maupun peserta didik sebagai berikut :

1.    Pada awal- awal penggunaan google classroom beberapa peserta didik merasa kesulitan dengan prosesnya, seperti cara mengumpulkan tugas, melihat materi, menuliskan daftar hadir, melihat nilai dari guru dan cara mengumpulkan kembali tugas yang di remidi,

2.    Kendala yang banyak dialami oleh sebagian besar peserta didik adalah kekuatan sinyal internet, karena tidak semua peserta didik berada di tempat yang sinyalnya bagus,

3.    Besarnya kuota data yang harus disiapkan oleh guru dan peserta didik selama mengikuti kegiatan pembelajaran secara daring menggunakan google classroom.

Meskipun demikian, beberapa kendala tersebut dapat segera diatasi oleh guru dan peserta didik dengan cara – cara sebagai berikut :

1.    Sebelum jadwal pembelajaran di mulai, guru bersama Pembimbing Akademik (biasa disebut wali kelas) selalu melakukan koordinasi melalui aplikasi whatsApp untuk mencari solusi atas permasalahan peserta didik dalam mengikuti kegiatan daring yang kemudian di sampaikan kepada peserta didik melalui grup kelas masing- masing,

2.    Karena memang kondisi alam yang berbeda- beda, peserta didik yang rumahnya kesulitan mendapatkan sinyal internet yang bagus di berikan perpanjangan waktu untuk mengumpulkan tugas, dan dianjurkan untuk mengganti provider kartu internet yang bagus,

3.    Sekolah memberikan subsidi internet secara gratis kepada peserta didik dan guru supaya kegiatan pembelajaran secara daring dapat berjalan dengan baik dan lancar.

 

BAB IV

PENUTUP

A.   KESIMPULAN

Berdasarkan rumusan masalah, tujuan, pelaksanaan pembelajaran dan hasil kegiatan yang telah dideskripsikan pada BAB sebelumnya dapat disimpulkan bahwa secara umum sudah baik. Adapun kesimpulan secara khusus dibahas sebagai berikut:

1.    Dari segi perencanaan, karena pembelajaran daring ini sifatnya mendesak maka masih perlu banyak koreksi dalam segi perencanan agar lebih maksimal dalam proses pelaksaannya,

2.    Kegiatan pembelajaran secara daring yang telah dilaksanakan menggunakan google classroom yang terintegrasi dengan youtube mudah dilaksanakan dan dipahami oleh guru dan peserta didik,

3.    Proses kegiatan evaluasi yang dilakukan oleh guru bersama peserta didik sangat mudah diterapkan dan diikuti. 

 

B.   REKOMENDASI

Mengacu pada hasil kegiatan, ada beberapa rekomendasi yang diharapkan dapat dijadikan masukan bagi pihak-pihak yang terkait. Adapun rekomendasi tersebut antara lain ditujukan kepada:

1.    Kepala Sekolah

Kepala sekolah diharapkan dapat membantu mencari solusi yang dihadapi guru dalam mengatasi masalah ketika melaksanakan kegiatan pembelajaran secara daring.

2.    Guru

Guru diharapkan lebih matang lagi dalam mempersiapkan kegiatan pembelajaran secara daring agar pada saat pelaksaaan dapat berjalan dengan baik sesuai dengan rencana, dan dapat menggunakan moda pembelajaran daring yang lain agar lebih berkembang.


DAFTAR PUSTAKA

Faiqah, Fatty, Muhammad Nadjib, and Andi Subhan Amir. "Youtube Sebagai Sarana Komunikasi Bagi Komunitas Makassarvidgram." KAREBA: Jurnal Ilmu Komunikasi 5.2, 2017, 259-272.

https://idcloudhost.com/mengenal-apa-itu-google-classroom-fitur-fungsi-dan-keunggulannya/ (diakses tanggal 20 Mei 2020)

Perhimpunan Dokter Paru Indonesia. (2020). Panduan Praktik Klinis: Pneumonia 2019-nCoV. PDPI: Jakarta

Tiyas, N. R. (2014). Sejarah E-Learning. https://www.researchgate.net/publication/340478043(diakses tanggal 16 Mei 2020)

WHO. (2020). WHO Director-General’s remarks at the media briefing on 2019-nCov on 11 February 2020. Cited Feb 13rd 2020. Available on: https://www.who.int/dg/speeches/detail/who-director-generals- remarks-at-the-media- briefing-on-2019-ncov-on-11-february- 2020. (Feb 12 th 2020) 



Info Guru Maju
Info Guru Maju Berbagi Informasi Pendidikan

1 comment for "Best Practice (Praktik Baik) Matematika di Masa Pendemi"